Kau pernah berpesan, Matahari
tentang bianglala tak pudar warna
dan kau sendiri memahkotai
seribu cahaya seribu tahunnya
lalu kau ajari aku bernyanyi
nafas seirama angin di padang padang
dan belantara belantara pemujaan
adalah tempat kakimu berpijak
kini kita berlari, meski arah tak sama lagi
namun kemana saja aku pergi
Matahari 'ku tetap panas
dan dengan hujan, sinarmu jadi pelangi
sketsa jejakmu di bumi
di sekat sekat hari
ku bertemu matamu yang tak pernah letih
By: Dewi Hujan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar