Aku mensyukuri secangkir kopi jahe dan sepotong kue yang remah remahnya menjadi untaian harapan.
Aku mensyukuri sisa hujan yang menjelma kolam kolam kecil pada tanah, menyisakan kenangan pada alas kakiku.
Aku mensyukuri dawai yang masih bisa kupetik sesederhana rindu pada telaga matamu.
Aku mensyukuri kicau burung kala senja,
semenit menghantar cahaya nirvana di kamar jantung.
Aku mensyukuri cerita yang masih kau bagi meski dalam hening awan awan.
Dan aku masih akan mensyukuri jutaan detik lagi meski tak 'ku tahu berapa bulan dan berapa matahari 'tuk dijadikan Puisi.
Aku mensyukuri mata indahmu, musik dalam suaramu, dan harum segala musim pada rengkuhan nafasmu. Ya. Aku mensyukurimu.
By: Dewi Hujan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar